Sisi Lain H. Yusran Akbar: Mengasah Kayu, Mengasah Kepemimpinan di Konawe
Debu kayu beterbangan, H. Yusran Akbar ST menuntaskan setiap papan dengan ketelitian seorang tukang kayu.
Konawe, MEDIA KONAWE.COM – Debu halus beterbangan di udara sore. Suara bising mesin ketam listrik berwarna biru itu bersahutan dengan aroma khas serbuk kayu jati. Di balik kacamata pelindung dan kaus putih sederhana, sosok pria paruh baya itu tampak begitu fokus. Tangan kanannya mendorong mesin, sementara tangan kirinya menekan papan agar tetap stabil. Ia bukan sekadar pekerja bangunan biasa. Pria itu adalah H. Yusran Akbar, ST., Bupati Konawe, yang sedang menunjukkan sisi autentiknya sebagai seorang tukang kayu.
Pemandangan ini mungkin terasa kontras dengan jabatannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Namun, bagi Yusran, keterampilan bertukang bukanlah sekadar hobi di waktu senggang. Ia adalah fondasi masa muda yang membentuk karakter dan etos kerjanya hingga kini.
![]() |
| Sesekali, Yusran membersihkan serbuk kayu yang menempel di papan, memperlihatkan ketelitiannya dalam bekerja. (Foto: Persada Kita) |
Sebelum namanya dikenal sebagai tokoh sentral di DPW PAN Sulawesi Tenggara dan pernah memimpin Kadin Konawe, Yusran adalah seorang pemuda yang akrab dengan perkakas kayu. Di masa remajanya, ia pernah memproduksi mebel di Konawe, Bombana, hingga di Kabupaten Muna. Saat itu, ia membantu pamannya untuk mengolah kayu menjadi perabot bernilai jual.
"Di masa muda, saya memang pernah menjadi tukang kayu. Saya produksi mebel di Konawe, Bombana, sampai di Muna membantu paman," ujar Yusran Akbar dalam keterangan eksklusif kepada awak media, Rabu (07/10/2026).
Pengalaman itu bukan sekadar mencari nafkah. Bagi Yusran, bekerja dengan kayu mengajarkan disiplin, kesabaran, dan ketelitian. Ia belajar bahwa setiap potongan kayu memiliki karakter unik yang harus dihormati. Kesalahan kecil dalam mengukur atau mengetam bisa merusak seluruh hasil karya. Prinsip itulah yang kemudian ia bawa ke dunia birokrasi dan politik.
![]() |
| Meski telah menjabat sebagai Bupati Konawe, Yusran tetap sigap dan cekatan saat mengoperasikan peralatan pertukangan. (Foto: Persada Kita) |
Filosofi Kayu dalam Kepemimpinan
Dalam berbagai kesempatan, Yusran sering mengingatkan pentingnya kerja keras dan ketekunan. Ia percaya, seorang pemimpin harus memiliki "kayu" yang kuat dalam dirinya—integritas yang tak mudah lapuk oleh waktu dan godaan.
"Sama seperti membuat mebel, membangun daerah juga butuh ketelitian dan kesabaran. Kita harus tahu bahan apa yang kita miliki, dan bagaimana mengolahnya agar bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Meskipun kini aktif sebagai politikus dan pejabat publik, Yusran tidak pernah malu untuk kembali memegang mesin ketam. Baginya, menjadi tukang kayu adalah identitas yang membanggakan. Ia ingin menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus jauh dari rakyat, dan tidak perlu sungkan untuk turun tangan langsung dalam pekerjaan kasar.
![]() |
| Momen langka ini menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin hebat tumbuh dari kerja keras dan kedekatan dengan rakyat kecil. (Foto: Persada Kita) |
Aksi Yusran yang mengerjakan kayu di sela-sela kesibukannya sebagai Bupati Konawe menjadi inspirasi tersendiri. Banyak warganet dan masyarakat yang mengapresiasi kerendahan hatinya. Mereka menilai, sosok seperti Yusran adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak mengubah jati diri.
"Beliau adalah pemimpin yang tidak melupakan asal-usulnya. Dari tukang kayu menjadi Bupati, itu adalah perjalanan yang luar biasa," ujar salah seorang warga Konawe, Rudi.
Dengan gaya kepemimpinan yang sederhana namun tegas, H. Yusran Akbar ST terus membuktikan bahwa seorang pemimpin hebat tidak hanya lahir dari ruang rapat, tetapi juga dari kerja keras dan ketekunan di lapangan. Debu kayu yang menempel di bajunya bukanlah noda, melainkan simbol kehormatan dari seorang pemimpin yang tumbuh dari bawah. JM




